Senin, 14 Oktober 2013

thank You Lord..

ku tatap Mata itu begitu lembut penuh cinta..
ku lihat Senyum itu penuh arti walau tak smua mengerti :')

terima kasih untuk semuanya Tuhan..
cintaMu begitu dalam di hidupku..
anugerahMu adalah perisai di hidupku..

terima kasih untuk pendamaian yang Kau beri..
terima kasih untuk setiap panggilan dan kesempatan
di kejatuhan Kau slalu sertaku
dalam lawatan Kau menjaminku..

love You, Father..
There's no one like You..
forever..I love You..



Lord..

Lord..are You okay?
is it hurt You so bad?
I'm really sorry :(

today..I come back to realize that without You in my life..it will be very useless..
I'm so afraid Lord..
I know this is my true fault..really sorry, I hurt You..I'm really stupid Lord..

now..I just feel very sad and failed :(

angry with myself..
guilty..
sad..
I wanna cry aloud..
I wanna be with You..

please Lord..please, never give up on me..no matter what will happen.. :'(

sorry Father..

Minggu, 13 Oktober 2013

TITANIC'S LOVE STORY

Yohanes 15 : 13
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yg memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

John Harper adalah seorang pendeta yg ikut tenggelam bersama kapal Titanic. Ketika kapal menabrak es, Harper menaikkan anak perempuannya ke sekoci penyelamat, menciumnya,lalu berbalik kembali. Harper memanjat kapal yg miring sambil berteriak : "Wanita,anak2 dan org yg belum selamat cepat masuk sekoci!" Kapal mulai tenggelam dan org2 melompat ke dlm dinginnya lautan, tms John Harper. Ia berenang ke sana kemari mengajak org2 utk menerima Tuhan Yesus. 4 tahun kemudian seorg pemuda bersaksi di depan para survivor Titanic. Ia dgn trharu mengisahkan bagaimana John Harper memberinya pelampungnya, menuntunnya kpd Yesus, dan masih berenang ke sana kemari meneriakkan: "Percayalah kpd Yesus Kristus dan kau akan selamat dr api neraka!" hingga kelelahan dan tenggelam.

Hollywood pernah mengangkat kisah romantis berlatar kapal Titanic, namun sesungguhnya kisah cinta sesungguhnya dalam peristiwa Titanic ini adalah John Harper. Saat yg lain memikirkan dirinya sendiri, dia malah menyerahkannya.

Kasih yg besar menuntut harga yg mahal. Tuhan sendiri telah memberikan teladan bahwa mengasihi berarti rela berkorban.

Hawa nafsu Kedagingan berkata korbankan siapa saja demi mendapatkan "cinta" atau keuntungan diri sndiri , tapi IMAN berkata biarkan kasih berkorban utk menolong/mnyelamatkan org lain.

Dipertahankan Tuhan dengan segala cara.

Saat engkau sedang didiamkan Tuhan, mungkin itu caraNya mempertahankan engkau ditengah emosimu mengambil keputusan yang salah...

Saat engkau sedang disakiti bahkan harus kehilangan seseorang yg engkau kasihi..,mungkin itu caraNya mempertahankan engkau tetap punya kemurnian dan cinta untukNya

Saat engkau sedang diutus melayani ,melayani dan melayaniii terus seletih apapun itu, mungkin itu caraNya mempertahankan engkau ada di tengah2 lawatan ..

Saat engkau sedang ada di tengah2 keluarga yang berantakan.. Mungkin itu caraNya mempertahankan engkau tetap berteriak kepadaNya..

Saat engkau sedang dikerat dan dikelupas sampai menangis dan kesakitan.. Mungkin itu caraNya membersihkan engkau dari semua kesombongan yang tidak disadari..

Semua yg dilakukanNya, hanya dengan satu alasan..Dia mencintai kita..
Dan akan lakukan segala cara untuk mempertahankan kita...
Bersyukurlah..♥Nya membuatNya ga pernah berhenti mempertahankan kita di hadapanNya..

Senin, 01 Juli 2013

Tuhan ga pernah nyerah sama hidupmu..jd kamu jg hrs "never give up"!

pagi itu, sehabis doa pagi..Tuhan bicara dengan kuat.."AKU ga mau satu pun dari anak-anakKU ketinggalan!"

hati saya seperti tersambung dengan hati Tuhan, saya bisa merasakan cinta dan kerinduanNya yang mendalam bagi anak-anakNya :')

hari-hari ini, Tuhan sedang membawa kita yang level didikan yang lebih tinggi..diperlukan kapasitas hati yang besar utk dapat menampung semua berkat dan cinta yang akan Tuhan curahkan utk kita. Kita harus upgrade hati kita, iman kita, cinta kita ke Tuhan..benar-benar berdoa agar hati kita terus melekat dengan hati Tuhan dan DIA akan terus memberikan anugerahNya kepada kita untuk menyelesaikan setiap bagian kita dengan tuntas sampai garis akhir.

masuk di bulan ke-7, bulan dimana Tuhan akan membawa kita naik ke puncak destiny dalam anugerahNya, suatu kairos Tuhan yang luar biasa, yang seharusnya kita dengan jeli melihat dan tepat menyambar setiap kairosNya. Ubah cara pikir yang lama, melihat segala sesuatu harus beda! 

karaktermu menentukan apakah engkau bisa bertahan atau tidak di atas puncak tersebut..

nikmati masa didikanNya, walau terkadang banyak hal yang hrs dikorbankan, banyak hal yang hrs ditinggalkan dan dilepaskan, akan terasa sakit dan ga enak, tp percayalah, itu semua akan membawa dan membentuk kita seperti emas murni yang Tuhan kehendaki..

akan ada gelombang-gelombang yang datang menerpa..tp yang Tuhan mau, setiap kita menari di atas gelombang dan tetap berdiri kuat pada panggilan kita.

akan banyak tantangan, ujian demi ujian yang harus dilewati, tp percayalah..anugerahNya memampukan dan DIA tak akan pernah meninggalkan kita!

apapun keadaanmu sekarang..ingat! jangan pernah nyerah karena Tuhan jg tidak akan pernah menyerah atas hidupmu..!!

masa baru telah datang..suatu titik di mana saya dan kamu, hrs terbang lebih tinggi, terbang mengatasi badai bersama dengan Tuhan..

never ever give up!!

PUISI : HIDUP (MIMPI SEJUTA DOLLAR) *Merry Riana

HIDUP

Adalah suatu tantangan yang harus dihadapi
perjuangan yang harus dimenangkan
kesusahan yang harus diatasi
rahasia yang harus digali
tragedi yang harus dialami
kegembiraan yang harus disebarkan
cinta yang harus dinikmati
tugas yang harus dilaksanakan
romantika yang harus dirangkul
risiko yang harus diambil
lagu yang harus dinyanyikan
anugerah yang harus dipergunakan
impian yang harus diwujudkan
perjalanan yang harus diselesaikan
janji yang harus dipenuhi
kesempatan yang harus dipakai
persoalan yang harus dipecahkan
kesulitan yang harus dikalahkan
rahmat yang harus dipelihara dan dicintai

Minggu, 31 Maret 2013

Ringkasan Kotbah Kebaktian Paskah @Balai Samudera 29/3/2013


1. Pak Agung (Yohanes 13)
Hati-hati dengan roh yudas, roh yudas itu adalah :

a. roh yang hitung2an dengan uang/semuanya didasari dengan uang.

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" (Yohanes 12:1-5)

b. roh yang hobi memanfaatkan/memanipulasi keadaan untuk kepentingan dirinya sendiri.

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. (Yohanes 12:6)

c. Roh kepalsuan yang mengerikan. 

Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia." Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia. Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?"Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.


Hari-hari ini beresi hatimu yang ga bener..misalnya masih punya luka, krn kalo hati kita ga bener, saat kairos Tuhan dateng kita bisa jadi 'monster' yang mengerikan! 

2. Bu Iin :

dibahas tentang Petrus

Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!" Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku." 

kita harus belajar tau diri dan kenal diri kita sendiri. Petrus terlalu mempercayai dirinya sendiri ketimbang percaya sama Tuhan. Kita harus bener2 mengerti siapa diri kita. Sesungguhnya hari-hari ini, kita harus terus belajar menaikkan bobot/kualitas kita dan memperbesar wadah/tempayan kita. Gunakan waktu anugerah yang ada ini dengan maksimal. PUSH ON!!

Sabtu, 16 Maret 2013

Tanda Jaman


Petrus Agung - Tanda Jaman
Sabtu, 16 Maret 2013

Amsal 25
2 Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.

Di sesuatu yang tidak kelihatan, di situlah kemuliaan Tuhan

Satu minggu terakhir di bulan ini adalah minggu yang ajaib. Ini sebuah minggu di mana Roh Kudus memberikan tanda (sign) tentang akhir jaman

Tanggal 12 Maret 2013, 6 Hamba Tuhan kumpul di Bekasi. Acara diadakan bukan karena ultah Pak Yusak. Tuhan buka satu persatu. Tanggal 11 (matahari terbenam) - 12 (matahari terbenam) itu adalah tahun baru Israel / Nisan. Nisan memperingati lahirnya bangsa Israel.

Kata Nisan artinya miracle / mujizat. Tuhan berkata "Mulai malam ini, mujizat akan terjadi"

Tanggal 12 Maret 2013, 115 Kardinal di seluruh dunia berkumpul di Vatikan untuk pemilihan Paus.

Sekian tahun yang lalu, ada Dokumen Malachi dibaca kembali di Vatikan. Malachi adalah seorang pastur dari Irlandia di abad 12 yang mendapat penglihatan tentang banyak paus yang akan memerintah hingga paus yang sekarang dipilih diyakininya adalah paus yang terakhir.

Paus yang sekarang terpilih dari Ordo Jesult. Beliau 'menyihir' dengan kesederhanannya. Pergi naik bus dan cinta orang miskin. Kecenderungan kepada orang miskin memberi warna umatNya.

Lukas 14
23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.

Akhir jaman akan ditandai dengan adanya kegerakan dan lawatan pada orang miskin

Barack Obama mengeluarkan "Health Care". Bagian dari program ini adalah ditanam chip di dahi dan lengan. Sekali ditanam, tidak bisa dilepas.

Wahyu 13
16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.

Tanggal 19 dan 20 Maret ada ibadah. Tuhan berkata "Beri makan jemaat"

Makan paskah --> makan roti tak beragi, daging domba, sayur mayur
Saat di Mesir, Bangsa Israel makan paskah, setelah itu mereka menjarah dan 'exodus' dari Mesir

Paus ditahbisan tanggal 19 Maret dan jamnya hampir sama dengan saat kita ibadah.

Ada sesuatu yang tidak lazim sedang terjadi. Anda sedang berada pada bagian penting sebelum Yesus datang kedua kali.

Perhatikan tanda jaman !

Jurnalis : Ricky Hineni

Kamis, 07 Maret 2013

Mempersiapkan diri!

Malam ini, Tuhan tiba2 menaruh di hati utk kembali menulis di blog, kemarin2 karena waktu dan kegiatan yang padat, aku ga kepikiran buat nulis blog. Sebenernya, tadi udah mau tidur tapi Tuhan banyak bicara dan rasa ngantuk jadi hilang seketika. Memang beberapa hari ini, aku selalu diingatkan dengan kata2 mempersiapkan diri dan waktuNya ga akan lama lagi! sambil merenungkannya dan terus bertanya sm Roh Kudus, banyak hal yang Tuhan singkapkan mengenai situasi hari2 ini..aku sangat bersyukur Tuhan juga memberikan divine connection dengan teman2 yang ternyata juga mendapat pewahyuan yang sama!

"Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat". (Efesus 5:15-16)

Karena hari-hari ini begitu mengerikan, Tuhan kembali mengingatkan kita gerejaNya, mempelaiNya untuk mempersiapkan diri dengan sungguh2 mencari dan menginginkan Dia lebih dari apapun yang ada di dunia ini. Mempersiapkan diri ini Tuhan tunjukkan kepadaku dalam 2 hal yaitu KECERDASAN ROHANI dan KEDEWASAAN ROHANI. Mempelai yang berkenan di hadapan Raja adalah mempelai yang cerdas dan dewasa, mempelai yang mampu berjalan seirama dengan hati Raja serta melakukan semua yang Raja perintahkan dengan penuh ketepatan! Mempelai yang berkenan juga berbicara dengan sangat jelas bahwa mempelai seperti ini adalah yang mempelai yang menawan hati Raja dan membuat Raja terpikat, jatuh cinta kepadanya.


Tapi untuk menjadi mempelai yang seperti itu, tentu saja ada harga yang harus dibayar. 2 malam yang lalu, aku sedikit shocked ketika mendengar Tuhan berkata, "sangat sedikit yang mau membayar harganya, krn untuk itu semua harus alami yang namanya mati daging! memang bukan perkara gampang..krn smuanya butuh jaminan dan anugerahKu tapi sayangnya, anak2Ku memilih menjauhiKu dan beralih pada kenikmatan yang ditawarkan dunia!"

sebelum doa tadi, Tuhan juga mengingatkan tentang perumpamaan 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana. Yang membaca dan memperoleh pengertian ttg ceritanya akan mengerti mengapa alkitab membedakan 10 gadis itu dengan kalimat  : 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana. Perbedaannya terletak dr sikap hati dan kualitas rohani gadis2 itu, apakah mereka memiliki kecerdasan dan kedewasaan rohani spt yg Tuhan harapkan atau justru tidak!!!
Yang bijaksana memiliki persediaan minyak sedangkan yang bodoh tidak. Minyak dpt berbicara tentang Roh Kudus, tentang kecerdasan rohani dan kedewasaan rohani, juga bisa berbicara tentang urapanNya.

Bu Iin Tjipto beberapa waktu lalu menjelaskan bagaimana kita bisa menjadi mempelai yang cerdas dan dewasa rohani ? jawabannya ada di Filipi 4:8

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 

Kecerdasan itu terletak dikepala..jd pikirkan yg mulia..yg berkenan di hadapanNya, yang suci. Suci berarti ketetapan utk dipisahkan dari dunia. Hal inilah yang nanti akan membentuk mempelai Tuhan jadi mempelai yang cerdas dan dewasa. Sehingga akan membuat Raja terpikat dan tertawan.

Sudah waktunya mempelai Tuhan mewaspadai setiap keinginan manusiawi dan terus berjaga jaga, mempersiapkan diri, berhenti bermain main dengan perasaannya, fokus kejar perkenan Tuhan, mematikan keinginan daging dan masuk keintiman lebih dalam lagi bersama Tuhan!!

krn ada anak2Nya justru sibuk mengasihani diri sendiri, sibuk memikirkan dan mencari pasangan hidup, sibuk dengan masalah pribadinya masing2, sehingga mereka lama2 lupa mempersiapkan diri menjelang kedatanganNya yang semakin singkat waktunya.


"Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba  jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat" (Lukas 21:34)

Tuhan berbicara begitu serius hari2 ini, bukan hanya mengenai hal2 yg besar melainkan juga mengenai hal2 yang kita anggap sepele sekalipun. Belajar untuk terus tanya Roh Kudus dlm apapun yang kamu mau lakuin,  Tahun ini adalah tahun didikan dan ukiran, tahun persiapan menuju penggenapan janji Tuhan! Bagaimanapun juga keputusan ada di tangan kita masing2..apakah kita mau ikut Tuhan dan bersedia berkorban mematikan keinginan manusiawi kita ato justru kita memilih mundur krn hal2 "luar biasa" yang dunia tawarkan kepada kita?? 

INGAT KITA ADA DI HARI-HARI TERAKHIR MENJELANG KEDATANGANNYA. KITA SIAP ATAU TIDAK..SEMUANYA MENUJU PENGGENAPAN DAN TIDAK AKAN ADA PENUNDAAN LAGI! BE WISE..BE ALERT!!

Kesaksian : Jill Shannon

Jill Shannon


My parents, Mitzi and Irv Sher, were the children of Russian Jewish immigrants. They were raised as conservative Jews but after they married and began to raise children, they moved into a looser form of Jewish observance, with a large component of enlightened secular humanism. My mother was a concert pianist and writer, and my father was a biochemist, photographer and linguist. I was their first child, and they were very delighted with me. 



As a bright and articulate child, I was inquisitive, contented and pleasing to all adults in my world; yet from my earliest memories, I experienced an inward sense of "unwelcome" or an unworthiness to exist on this earth. It grew into a sense of inadequacy, performance anxiety and churned into a deep melancholy as the pressures of adolescence developed. 



My mother and father could not impart the spiritual foundation needed to morally anchor an insecure and restless daughter, one who was rapidly developing a gaping spiritual void they were unable to fill.



I knew from synagogue attendance and years of Hebrew school that God was the "thing" I needed to fill the hole in my constantly aching heart. Although I privately prayed in bed every night and I did believe that He heard me, I did not hear His voice in my heart, nor did I know His character or biblical requirements for His people. 



God's blessings in my life were very evident, and I sensed that He loved me. Even so, it could not be said that I had a personal relationship with God, or that I understood the concepts of righteousness, holiness or sin. Why did my Hebrew school not address this need for relationship? Where was the Reality and Presence of God in our ancient religion?


My first year away at college brought the usual temptations for an eighteen-year old that had been sheltered closely till then. In addition to these distractions, I also learned that I had to work hard to attain good grades. After a lifetime of straight A's with minimal effort, this rigorous demand came as a shock to my system. After an overwhelmingly difficult chemistry course, my depression increased; I even entertained thoughts of suicide from time to time.


During the summer after my first year away, I was at home and visiting with my friend Lyn, whom I had known since Junior High. She told me she had "become a Christian." I had always learned growing up, that a person was either Jewish or Christian. Everyone who wasn't Jewish was automatically "the other." I explained to Lyn that she had always been a Christian. Then she explained to me that she had come into a "personal relationship with Jesus" that she had never known, despite her Gentile upbringing. 



As the summer progressed, I asked her every ponderous question that an unfulfilled and skeptical college student would ask. Finally, I asked her something about the people in the world who had never heard of Jesus, and the potential injustice of God. Oddly, her simple answer ended my month-long interrogation. "Jill, God is just. Jesus is coming back whether you believe it or not."



I was stunned at the simplicity of this statement. His return was an absolute future reality, irrespective and independent of my subjective beliefs. Objective truth was NOT connected to our personal opinions and beliefs! I did not want to be living this way when He returned. I already sensed that this event could be a dreadful moment in history.



Interestingly, my Judaism did not seem to be at all contradictory to what I was about to embrace. I knew perfectly well that Yeshua (Jesus) was Jewish. I had learned this in eighth grade while slow-dancing with a cute Italian boy. He whispered in my ear that unlike many Catholics, he liked the Jews. Knowing nothing of anti-Semitism, I listened, naive and perplexed, as "Cherish" played romantically in the background. He continued, "Anytime my mother hears someone say, 'those dirty Jews,' my mother says, 'Our Lord was a Jew.'"



I pulled back from his overly familiar embrace and stared at him with huge eyes of astonishment and declared, "That's true! She's right!"  At age fourteen, I now had a new truth in my heart that would never be far from my thoughts until my last day on earth.



One week before returning to Tufts University, I prayed with Lyn and turned my heart toward Yeshua to receive atonement and forgiveness for my sins. My sinful nature was evident to me, and I now knew that my longstanding sense of guilt and unworthiness was accurate. I had always felt unclean, but no one could help me understand it or rectify this condition. I now realized that Yeshua's sacrifice was the only act of cleansing which could restore me to the accepting and loving relationship with God for which I was created. Our Hebrew Scriptures were full of the sacrifice of animals to restore the worshiper to God, and our father Abraham was asked to sacrifice his only son; why could this sinless Man not offer Himself as a perfect sacrifice on our behalf?


In 1982, my husband and I made "Aliya" to Israel, and began a new life there.


We lived in Israel for seven years, during which I gave birth to our three children, now dual citizens. These years contained many blessings, spiritual and cultural lessons, immersion into Hebrew and significant hardship. There are certain aspects of being a Jew that can only be learned in the land of Israel; the biblical holidays and the Sabbath are built into the Israeli culture and calendar.  Knowing Hebrew and learning worship music from the Hebrew Scriptures enlarges our worship vocabulary. 



The Lord Yeshua is a very real and tangible friend and helper to those who love Him and put their trust in Him. Knowing that I will be with Him forever is more valuable to me than any reward or pleasure this world could offer.

dikopi dari www.sidroth.org

Senin, 04 Maret 2013

Say Goodbye


To the voice to the liar in the mirror
Sayin you can't ever change
To the guilt that's sittin on your shoulder
Always keepin you locked in chains
To the past that you can't undo
To the pain that you're walkin through
To the small and the big mistakes
This is what love wants to say

Say goodbye
Say goodbye
To the one that used to be
Say goodbye
Say goodbye
Everyday is a brand new mercy
Hello
Hello
This is where it starts now
Hello
Hello
Everything can turn around

In a moment, here's your moment
You can say goodbye

There is grace that you can't imagine
There is love that you can't out run
There is peace that you can hold onto
When your world is comin undone
You don't have give into the fear
Don't have to have let your story stop here
And when the hand tries to pull you back
You don't have to back, you don't have to go back

Say goodbye
Say goodbye
To the one that used to be
Say goodbye
Say goodbye
Everyday is a brand new mercy
Hello
Hello
This is where it starts now
Hello
Hello
Everything can turn around

In a moment, here's your moment
You can say goodbye

To everything that breaks you down
It doesn't have to define you now
Jesus came to take it all away

Say goodbye
Say goodbye
To the one that used to be
Say goodbye
Say goodbye
Everyday is a brand new mercy
Hello
Hello
This is where it starts now
Hello
Hello
Everything can turn around

In a moment, here's your moment
You can say goodbye

Say goodbye
Say goodbye
You're not the one you used to be
Say goodbye
Say goodbye
Everyday is a brand new mercy
Hello
Hello
This is where it starts now
Hello
Hello
Everything can turn around

In a moment, here's the moment
Where you say goodbye

Say goodbye
Say goodbye
Say goodbye
Say goodbye

Jumat, 25 Januari 2013

URAPAN yang MENGHANCURKAN KUBU PERTAHANAN MUSUH


By: ROCK Representative of Christ's Kingdom - Sydney. all Rights reserved. 1/83-85 Whiting Street, Artarmon, NSW 2064, Australia.

Untuk Daud bisa dapat sampai pada tujuan hidupnya, yaitu menjadi raja atas bangsa Israel, dia harus terlebih dahulu melalui banyak hal. Salah satunya ialah Daud mengalami 3 fase pengurapan. Urapan pertama Daud terima ketika diterima lewat pengurapan Samuel sewaktu Daud masih menjadi seorang gembala. Yang kedua Daud diurapi oleh Yehuda, ini adalah pengurapan daerah (‘regional’). Yang terakhir yang diterima Daud adalah pengurapan secara national, yaitu oleh seluruh Israel.

Seperti halnya dengan Daud, demikian juga rencana Tuhan atas hidup kita juga ada fase-fase-nya; sebab di dalam Tuhan tidak ada yang namanya jalan pintas. Berjalan dengan Tuhan itu perlu bayar harga. Billy Graham pernah berkata bahwa “to accept Jesus only cost you something, but to receive all His Glory will cost you everything.”

Memang benar sepanjang jalan hidup kita akan ada iblis yang harus kita kalahkan, tetapi janganlah kita takut sebab Tuhan telah mengurapi kita. Ketakutan hanya akan mengintimidasi dan menghancurkan hidup kita.

Urapan ketiga yang diterima oleh Daud adalah pengurapan yang mendatangkan rekonsiliasi atas bangsa Israel. Jika kita diurapi oleh Tuhan, maka kita juga akan membawa damai kemana pun kita pergi.

Marilah kita berjalan dengan Kristus dengan apa yang sudah diberikan oleh-Nya. Di ayat yang ke-6 di atas dikatakan bahwa Daud berangkat dengan ‘orang-orang-nya’, artinya Daud bekerja dengan apa yang Tuhan sediakan kepadanya. Kita juga haruslah demikian, apa yang Tuhan percayakan kepada kita itu cukup untuk menghasilkan suatu keberhasilan.

Tuhan Yesus sendiri pun membuat mujizat dengan memberikan ribuan orang hanya dengan apa yang ada padanya pada saat itu, yaitu lima roti dan dua ikan.

Keberhasilan yang kita dapatkan itu bukan karena apa yang kita miliki, ataupun yang dimiliki oleh orang tua kita. Keberhasilan dicapai semata-mata ketika kita berjalan dengan Tuhan! Jika kita ingin menjadi History Maker, maka jadikan hidup kita HIS Story, bukan your story.

Berjalan dengan Tuhan itu perlu korban. Hal ini jelas tertulis di Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru. Kenapakah banyak gereja akhir-akhir ini yang tidak bertumbuh? Salah satu sebabnya adalah karena di dalam gereja tidak ada korban.

Agar kita dapat menghancurkan kubu pertahanan iblis, kita juga harus mencara sumber mata air. Bagaimana kita mencari sumber mata air ini? Yaitu dengan cari menggali dalam-dalam Firman Tuhan; trus berdoa sampai kita bertemu dengan Tuhan.

Dan benteng pertahanan musuh yang sudah kita hancurkan itu akan menjadi kekuatan bagi kita!

“Dan Daud menetap di kubu pertahanan itu dan menamainya: Kota Daud. Ia memperkuatnya sekelilingnya, mulai dari Milo ke bagian dalam. Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya.” 2 Samuel 5:9, 10

« King David of Judah was the genealogical predecessor to Jesus the son of God »